kemarau

kemarau

Kemarau ini sudah saatnya berganti
sudah waktunya kunanti demi janji:
musim semi untukku.
Bukankah telah kuterima dengan rela
daun-daun yang gugur? Juga telah kumengerti
hijau menua berubah coklat,
pucat, lalu terpecah-pecah berserak
untuk bersatu kembali dengan tanah.

Mereka yang yakin berpelukan erat
jadi terurai pecah
jatuh dimainkan angin.

Sudah saatnya hujan jatuh demi janji.

Biarkan tanah menghimpun kembali kuatnya
menyapukan coklat warnanya.
Supaya yang jatuh terpecah
tak pernah sia-sia.


solo des 02

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.